Desa Mandikapau Barat menunjukkan semangat kebersamaan yang tinggi dalam menjaga lingkungan sekitar dengan menggelar kegiatan gotong royong membersihkan Danau Tamiyang. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara masyarakat desa dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Ilmu Komputer yang sedang melaksanakan pengabdian di desa tersebut. Kegiatan bersih-bersih ini dimulai pada Kamis, 1 Agustus 2025, pukul 16.00 WITA, dan direncanakan akan berlanjut secara bertahap pada hari-hari berikutnya sesuai waktu luang warga.
Gotong royong ini diselenggarakan menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80, sebagai bentuk nyata kepedulian dan tanggung jawab sosial warga terhadap pelestarian lingkungan danau yang menjadi salah satu aset penting di desa. Fokus utama dalam pembersihan kali ini adalah membersihkan tumpukan tanaman gulma, khususnya eceng gondok dan putri malu, yang menumpuk di sekitar area jembatan Danau Tamiyang. Penumpukan gulma tersebut terjadi akibat arus air yang membawa tanaman air tersebut ke satu titik sehingga mengganggu pemandangan dan keindahan danau.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara sinergis antara warga desa dan mahasiswa KKN dengan pembagian tugas yang jelas. Masyarakat desa berperan aktif dengan mengikat gulma menggunakan tali, baik dengan menggunakan perahu untuk menjangkau titik-titik yang sulit diakses maupun berenang langsung ke area yang dipenuhi tanaman tersebut. Sementara itu, mahasiswa KKN secara berkelompok bekerja dari darat untuk menarik gulma yang sudah diikat oleh warga, sehingga proses pembersihan dapat berlangsung dengan efisien dan cepat.
Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai upaya pelestarian lingkungan, namun juga menjadi momen penting untuk mempererat hubungan sosial dan kebersamaan antara masyarakat dan mahasiswa. Semangat gotong royong yang tumbuh selama kegiatan berlangsung mencerminkan nilai-nilai luhur budaya Indonesia yang menekankan pentingnya kerja sama dan solidaritas antarwarga.
Keberhasilan gotong royong ini diharapkan dapat mengembalikan keindahan Danau Tamiyang, sehingga danau kembali menjadi tempat yang nyaman dan menarik bagi warga desa maupun pengunjung. Selain sebagai ruang publik untuk rekreasi dan kegiatan sosial, Danau Tamiyang juga memiliki potensi sebagai objek wisata desa yang dapat menunjang pengembangan ekonomi lokal jika kelestariannya terus dijaga.
Dengan adanya inisiatif seperti ini, Desa Mandikapau Barat menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup sebagai warisan untuk generasi masa depan. Semangat kebersamaan yang terbangun selama gotong royong menjadi contoh positif bagi masyarakat lainnya untuk aktif berperan serta dalam pelestarian alam sekitar.